Melangkah Untuk Terus Maju

Rabu, 17 Juni 2015

CURRICULUM VITAE

Personal Information                                                                                                                 
Name                          : Kunto Aji Nirmolo
Residence                 : Jalan Tanjung No. 25 Rt 04/VI, Ds. Kabunan, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal. 52451
                                    Mobile             : 0857-8635-8486
                                    E-mail              : kuntoaji8@gmail.com
                                    Facebook         : http://facebook.com/k.aji.n
                                    Twitter            : @kuntoajinirmolo
Mailing Adress          : Jalan Tanjung No. 25 Rt 04/VI, Ds. Kabunan, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal. 52451Education                      :
1.   Elementary School. SD Negeri Kabunan 3, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal (2000-2005 & 2005-2007)
2.      Junior High School. SMP N Dukuhwaru 1, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal (2007-2010)
3.      High School. SMA N Dukuhwaru 1, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal (2010-2013)
4.      SIP Degree, Library and Information Science. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta joint degree. (2013 - present) - inprogress
Experiences                :
                                      Member Of Scout
1.      Elementary School. SD Negeri Kabunan 3, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal (2003-2005)
2.      Junior High School. SMP N Dukuhwaru 1, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal (2007-2008)
3.      High School. SMA N Dukuhwaru 1, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal (2010-2011)
                                      High School. SMA N Dukuhwaru 1, Kec. Dukuhwaru, Kab. Tegal
·           Member Of School Safety Patrol (2010-2012)
SIP Degree, Library and Information Science. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta joint degree.
·           Member Of Divisi Keanggotaan ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (2013-2014)
·           Board Of Divisi Pengembangan Profesi ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (2014-2015)
·           Vice-Chairman Of Divisi Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (2015-Present)
·           Member Of KAMASITA Keluarga Mahasiswa Tegal (2013-2014)
·           Member Of Divisi Hubungan Masyarakat KAMASITA Keluarga Mahasiswa Tegal (2014-2015)
·           Chairman Of Divisi Hubungan Masyarakat KAMASITA Keluarga Mahasiswa Tegal (2015-Present)
·           Member Of HIPOTESA Himpunan Mahasiswa Tegal-Slawi (2013-Present)
·           Member Of Mas Tejo Masyarakat Tegal di Jogja (2013-Present)
·           Member Of HMI Himpunan Mahasiswa Islam MPO KOMFAK Adab (2014-2015)
·           Board Of Divisi Internal HMI Himpunan Mahasiswa Islam MPO KOMFAK Adab (2015-Present)
Workshop & Training:
·           Participant Of Training Infornation and Communication Technology in Central Computer and Information System UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2013)
·           Participant Of Stadium General Library and Information Science “ Librarians Competencies in Global Era” in Convention Hall, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (2014).
·           Participant Of Workshop “ Pustakawan Plus”, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (2014).
·           Comitee Of Workshop “ Pustakawan Plus”, ALUS Asosiasi Mahasiswa Ilmu Perpustakaan (2015).
·       Participant Of Workshop entrepreneurship in theatrical room library UIN Sunan Kalijaga, EXACT UIN Sunan Kalijaga (2014).
·           Participant National Seminar “ LIS EDUCATION: Building Competencies amoung LIS Professional in Convention Hall, UIN Sunan Kalijaga (2014).


0

Senin, 15 Juni 2015

Optimalisasi Pelayanan Perpustakaan Melalui Penerapan Ergonomi

foto diambil dari donyprisma.wordpress.com
Dewasa ini, perkembangan teknologi begitu cepat. Dengan berbagai macam inovasi teknologi terutama teknologi informasi menjadikan pergerakan arus informasi menjadi sangat cepat terutama di media internet. Arus informasi yang sangat cepat ini menjadikan pemburu informasi sangat mudah menemukan informasi, bahkan dalam sekali ‘klik’ ia akan menemukan sangat banyak informasi yang ia cari. Namun ada kalanya banyaknya informasi yang tersedia justru akan membuat bingung pencari informasi, karena bisa jadi informasi yang tersedia banyak yang saling bertentangan, selain itu isi dari kebanyakan situs di internet adalah hasil ‘copas’ dari situs lainnya sehingga isinya sama dan entah mana sumber sebenarnya sehingga tidak layak untuk dijadikan sebagai bahan referensi.
Bicara soal informasi tentu kita sepakat bahwa perpustakaan merupakan salah satu lembaga penyedia informasi. Menurut UU No. 43 tahun 2007, Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/ atau karya rekam secara profesional guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka. Dari pengertian tersebut sangat jelas bahwa perpustakaan salah satu fungsinya adalah sebagai lembaga informasi. Adapun jenis informasinya berupa koleksi karya tulis, karya cetak, dan/ atau karya rekam.
Perpustakaan sebagai lembaga penyedia informasi tentunya tidak akan lepas dari yang namanya layanan, layanan dalam hal ini adalah layanan kepada pemustaka. Macam-macam layanan pemustaka menurut Abdul Rahman Saleh dan Rita Komalasari (2010: 4.3) antara lain sebagai berikut:
1.      Layanan sirkulasi;
2.      Layanan referensi;
3.      Layanan pendidikan pemakai;
4.      Layanan penelusuran informasi;
5.      Layanan penyebarluasan informasi terbaru;
6.      Layanan penyebaran informasi terseleksi;
7.      Layanan penerjemahan;
8.      Layanan fotokopi (jasa reproduksi);
9.      Layanan anak;
10.  Layanan remaja;
11.  Layanan kelompok pembaca khusus;
12.  Layanan perpustakaan keliling;
Semua itu dilakukan oleh perpustakaan tujuannya adalah agar pemustaka memperoleh kepuasan dari layanan tersebut. Selain itu, untuk mencapai tujuan layanan tersebut maka diperlukan pelayanan yang optimal. Pelayanan menurut Ivancevich, Lorenzi, Skinner dan Crosby (1997: 448): “Pelayanan adalah produk-produk yang tidak kasat mata (tidak dapat di raba) yang melibatkan usaha-usaha manusia dan menggunakan peralatan”. Jika pengertian tersebut di masukkan ke dalam perpustakaan, maka peralatan di sini dapat diartikan sebagai perangkat atau perabot yang ada di dalam perpustakaan yang digunakan untuk layanan pemustaka.
Pelayanan perpustakaan adalah kegiatan tiada akhir yang dilakukan oleh pustakawan (kecuali pelayanan perpustakaan sedang tutup), dimana pustakawan melakukan rutinitasnya, yaitu melayani pemustaka dengan peralatan yang bisa dibilang alat yang sama yang digunakan secara terus-menerus setiap harinya. Dengan pekerjaan yang sangat bergantung dengan peralatan, tentunya jika peralatan yang digunakan tidak sesuai dapat menimbulkan gangguan kesehatan bagi si pemakai dalam hal ini pustakawan itu sendiri. Fakta dari European Agency for Safety and Health at Work (2007) menyebutkan banyak pekerja yang mengeluh nyeri, ketidaknyamanan dan gangguan fungsi dari tulang belakang, leher dan kaki. Pada 27 negara di Uni Eropa didapatkan sekitar 25% dari pekerjanya mengeluh sakit punggung, 23% dilaporkan adanya nyeri otot. Keluhan-keluhan tersebut muncul karena terlalu seringnya pekerja melakukan pekerjaannya dengan menggunakan peralatan yang kurang sesuai dengan kemampuan tubuhnya. Bagaimana jika hal ini terjadi pada pustakawan? Tentunya ini akan sangat mengurangi produktivitas kerja pustakawan dalam melakukan pelayanan sehingga pelayanan yang optimal hanyalah angan belaka.
Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan ilmu khusus, yaitu Ergonomi. Menurut Febri Endra Budi Setyawan (2011): “Ergonomi adalah ilmu terapan yang menjelaskan interaksi antara manusia dengan lingkungan kerjanya. Tujuan penerapan ergonomi adalah (a) meningkatkan kesejahteraan fisik dan mental; (b) meningkatkan kesejahteraan sosial; (c) keseimbangan rasional antara sistem-manusia atau mesin-manusia dengan aspek teknis, ekonomi, antropologi, budaya. Manfaat penerapan Ergonomi antara lain pekerjaan lebih cepat selesai, risiko penyakit akibat kerja menjadi kecil, kelelahan berkurang, rasa sakit berkurang atau tidak ada”.
Dalam penerapannya, ergonomi membahas tentang bagaimana kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaannya. Seberapa lama seseorang dapat melakukan pekerjaannya dengan optimal karena kemampuan dan energi manusia memang terbatas. Jadi sangat riskan jika seseorang bekerja melebihi kemampuannya, apalagi dilakukan secara terus menerus pasti akan terjadi gangguan di kemudian hari. Maka alangkah lebih baiknya jika manusia bekerja memang harus sesuai kemampuan optimalnya, sehingga ia dapat bekerja lebih efektif.
Selanjutnya adalah jangkauan fisik manusia, dimana manusia memiliki keterbatasan fisik, salah satunya adalah postur tubuh. Postur tubuh antara orang-orang Indonesia dengan orang-orang barat sangatlah berbeda, tentunya perlakuannya juga harus berbeda. Misalkan seorang pustakawan dengan tinggi rata-rata orang Indonesia bekerja pada perpustakaan yang tinggi raknya mengikuti tinggi rata-rata orang barat, dan jika ini terjadi dalam waktu yang lama pasti tidaklah baik, seperti yang diungkapkan oleh Liliana (2007) bahwa akumulasi ketidaknyamanan penggunaan alat pada jangka waktu tertentu akan berdampak tidak baik bagi kesehatan penggunanya dan keselamatan. Jadi, jika perpustakaan itu berada di Indonesia, maka peralatan dalam perpustakaannya juga harus mengikuti postur rata-rata orang Indonesia, sehingga baik pustakawan maupun pemustaka dapat melakukan aktivitasnya dengan lebih efisien.

Dengan diterapkannya unsur-unsur ergonomi di dalam perpustakaan, diharapkan pelayanan di dalam perpustakaan dapat berjalan dengan optimal, sehingga layanan-layanan informasi yang ada di perpustakaan bisa lebih efisien dan efektif.

Referensi:
            Ratminto, Atik Septi Winarsih. 2014. Manajemen Pelayanan: Pengembangan Model Konseptual, Penerapan Citizen’s Charter dan Standar Pelayanan Minimal. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
            Saleh, Abdul Rahman, Rita Komalasari. 2010. Manajemen Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
            Setyawan, Febri Endra Budi. 2011. “Penerapan Ergonomi Dalam Konsep Kesehatan”. Jurnal Saintika Medika, Vol. 7, No. 14, Januari 2011.
0

Sabtu, 13 Juni 2015

KAMASITAku, HISTORIku

Logo KAMASITA
Bicara tentang komunitas, siapa sih yang tidak tau komunitas? Komunitas merupakan kumpulan orang yang mempunyai kecintaan yang sama, baik pecinta binatang, pecinta barang antik, atau yang lagi tren saat ini pecinta Batu Akik, kumpulan dari masing-masing itu bisa menjadi komunitas.
Namun komunitas bukan hanya itu, komunitas juga bisa berupa organisasi, seperti yang saya ikuti yaitu komunitas mahasiswa Tegal UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Komunitas ini bernama Keluarga Mahasiswa Tegal atau biasa disebut KAMASITA.
KAMASITA merupakan 'wadah' bagi mahasiswa Tegal untuk mengekspresikan kecintaannya pada daerah asalnya, yaitu Tegal (baik kota maupun kabupaten). Organisasi ini lahir pada tahun 1988 merupakan organisasi Tegal pertama yang ada di Yogyakarta. Lahir dari kejenuhan-kejenuhan para mahasiswa Tegal yang ada di Jogja saat itu karena kurangnya kegiatan, jauhnya dari keluarga dan bosan jika mudik sendirian. Dari kegalauan-kegalauan tersebutlah muncul ide untuk membentuk sebuah komunitas dengan berasaskan kekeluargaan.
Seiring berjalannya waktu, KAMASITA mulai tumbuh dan berkembang sehingga mahasiswa-mahasiswa Tegal dari perguruan tinggi lain yang ada di Jogja pada saat itu mulai tertarik untuk bergabung di dalam tubuh KAMASITA. Mereka berkegiatan bersama dan saling berbagi pengetahuan masing-masing. Hingga setelah waktu yang cukup lama, karena banyaknya mahasiswa Tegal dari PT lain, ada inisiatif untuk membentuk organisasi di masing-masing PT yang dengan jumlah mahasiswa cukup banyak. Terbentuklah HIPOTESA, Himpunan Mahasiswa Tegal UGM, dan Forum Mahasiswa Tegal UNY.
KAMASITA akhirnya mulai hanya fokus berkegiatan di UIN SUKA 'lagi' karena sudah ada 'wadah' tersendiri di PT lain. Waktu terus berjalan, tahun 2010 ikatan masing-masing anggota KAMASITA mulai melemah dan akhirnya mulai vakum di tahun berikutnya.
Tahun 2013, para Mahasiswa Tegal yang masih(/sedang) aktif mulai merintis untuk membuat organisasi baru, nama-nama baru mulai di usulkan seperti IMASIT, IKAMASTA, dan SOLMATE. Dalam forum yang dihadiri sekitar 8 mahasiswa ini, nama SOLMATE(Solidaritas Mahasiswa Tegal) diresmikan sebagai nama organiasasi.
Setelah peresmian nama, perekrutan anggota pun mulai dilaksanakan bertempat di depan Fakultas SAINTEK UIN SUKA. Mahasiswa Tegal mulai berdatangan untuk mendaftar, salahsatunya adalah saya sendiri. Setelah ditutupnya pendaftaran, anggota yang terkumpul cukup banyak, yakni 77 mahasiswa.
Kumpul anggota mulai dilaksanakan setelah penutupan pendaftaran, tujuannya adalah untuk saling mengenalkan masing-masing anggota, dilanjutkan dengan pemaparan sejarah secara singkat. Diakhir forum dilanjutkan dengan sharing-sharing dan menanggapi beberapa isu pada penyelenggaraan stand, salah satunya adalah tentang nama, ada yang menyebut nama SOLMATE terlalu lebay dan juga banyak yang kurang sreg dengan nama tersebut, sehingga ada usulan untuk mengganti nama tersebut menjadi nama pendahulunya, yaitu KAMASITA. Setelah beberapa waktu dilain hari setelah forum tersebut, beberapa mahasiswa Tegal inisiator perintis kembali organisasi tersebut berinisiatif mendatangi Ketua KAMASITA terakhir sebelum vakum, setelah bertemu dan berbincang-bincang tentang keorganisasian, akhirnya nama KAMASITA mulai digunakan lagi untuk memulai kembali eksistensinya dan jabatan ketua dimandatkan kepada Ketua Panitia Pendaftaran Anggota Baru (SOLMATE).
Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh KAMASITA untuk yang sekarang adalah Bakti Sosial, Buka Berasama, Diskusi Mingguan, Makrab, Camping, partisipasi di HIPOTESA FAIR (sebagai panitia), dan rencananya akan mengadakan Seminar.
Sekian sekiranya sedikit cerita mengenai KAMASITA ini, semoga bermanfaat bagi pembaca yang budiman. Terima kasih atas waktunya.
0

Selasa, 26 Mei 2015

Pameran Literasi dan Budaya

Pameran Literasi dan Budaya adalah kegiatan tahunan yang diadakan oleh Program Studi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dimana peserta dari kegaiatan ini adalah mahasiswa ilmu perpustakaan itu sendiri yang mengambil Mata Kuliah Informasi Dalam Konteks Sosial. Acara ini sesuai jadwal dilaksanakan mulai dari pagi hari ini (26/5) sampai besok (27/5).
Acara dimulai dengan pembukaan yaitu pada pukul 09.00 WIB dihadiri oleh dosen-dosen dari Prodi Ilmu Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga, turut serta juga pengunjung dari kalangan mahasiswa dan juga TK dan PAUD disekitar lingkungan kampus UIN Sunan Kalijaga.
Dalam acara yang dilaksanakan di Gelanggang Teater ESKA ini terdapat 10 stand, dimana terdapat 9 stand dari mahasiswa dan 1 stand dari Prodi. Stand 1 adalah stand permainan Cublak-Cublak Suweng. Dalam permainan ini terdapat nyanyian didalamnya, dimana peserta yang bermain masing-masing bernyanyi Cublak-Cublak Suweng secara bersama-sama. Uniknya di stand 1 adalah Permainan Cublak-Cublak Suweng ini disajikan nyanyiannya disajikan dalam beberapa versi, yaitu ada nyanyian versi sunda, jawa (Brebes), jogja, lombok dan lain sebagainya, sehingga oarang yang berkunjung di stand ini akan mendapat suatu pengetahuan bahwa nyanyian dalam permainan Cublak-Cublak Suweng ini mempunyai beberapa versi, dimungkinkan juga didaerah pembaca yang budiman ini mempunyai versi nyanyian yang lain atau bahkan mungkin namanya berbeda dari yang sudah disebutkan tadi.

Selanjutnya ada stand 2. Stand ini mengambil tema Nguri-Nguri Dolanan Jawi cause seluruh anggotanya memang orang Jawa. Permainan yang merekan tampilkan adalah Jamuran, ini adalah salahsatu mainan Jawa. Permainannya melibatkan orang banyak disertai dengan nyanyian seperti ciri khas permainan tradisional lainnya dan masih ada stand-stand lain dengan berbagai macam ke unikannya. Tak lupa juga dengan Stand 6, yaitu stand dari kelompo saya sendiri. Stand dari kelompok saya ini mengambil tema "Kreweng, Ameng-Amengan Waras" dengan mengusung 2 permainan, yaitu Permainan Apollo dan Kodok-Kodokkan. Untuk penjelasannya, bisa datang sendiri ke Stand 6 Pameran Literasi dan Budaya dai Gelanggang ESKA.

Minggu, 03 Mei 2015

Tau Hak Cipta, Cara Elegan Menghargai Karya Orang Lain

Hay sahabat-sahabat yang berbahagia, bagaimana kabarnya hari ini? Saya harap pada sehat yah kawan. Oh ya, kalian pada tau kan sama yang namanya Hak? hak dalam KBBI dapat diartikan sebagai wewenang atau kekuasaan.
Kalian pastinya setuju bahwa setiap insan memiliki hak, seperti hak untuk dihormati, dihargai, dan masih banyak lagi hak-hak lainnya. Dalam kesempatan kali ini saya akan mencoba untuk memaparkan tentang hak cipta.
Apa itu hak cipta? Berdasarkan yang tercantum dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014 pasal 1 nomor 1 dinyatakan bahwa "Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan". Sudah sangat jelas disebutkan bahwa hanya ciptaan yang telah terwujudlah yang dapat memperoleh hak cipta. Dalam UU tersebut pada pasal 1 nomor 2 dan nomor 3 juga menjelaskan bahwa "Pencipta adalah seorang atau beberapa orang yangsecara sendiri-sendiri atau bersama-sama menghasilkan suatu ciptaan yang bersifat khas dan pribadi." dan "Ciptaan adalah setiap hasil karya cipta di bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra yang dihasilkan atas inspirasi, kemampuan, pikiran, imajinasi, kecekatan,keterampilan, alau keahlian yang diekspresikan dalambentuk nyata."
Jadi pada dasarnya hak cipta adalah hak eksklusif pencipta atas ciptaannya. Hak eksklusif  itu meliputi hak moral dan hak ekonomi.
Dalam pasal 5 hak moral merupakan hak yang melekat secara abadi pada diri Pencipta untuk:
a.   tetap mencantumkan atau tidak mencantumkannamanya pada salinan sehubungan dengan pemakaian Ciptaannya untuk umum;
b.     menggunakan nama aliasnya atau samarannya;
c.      mengubah Ciptaannya sesuai dengan kepatutan dalam masyarakat;
d.     mengubah judul dan anak judul Ciptaan; dane. mempertahankan haknya dalam hal terjadi distorsi Ciptaan, mutilasi Ciptaan, modifikasi Ciptaan, atau halyang bersifat merugikan kehormatan diri atau reputasinya.
Sementara itu untuk hak ekonomi dalam pasal 8 dinyatakan bahwa "Hak ekonomi merupakan Pemegang Hak Cipta untuk atas Ciptaan.hak eksklusif Pencipta atau mendapatkan manfaat ekonomi."
Hak cipta pada penerapannya adalah sebagai pelindung suatu ciptaan agar tidak terjadi suatu pembajakan. Pembajakan dapat diartikan sebagai Penggandaan Ciptaan dan/atauproduk Hak Terkait secara tidak sah dan pendistribusianbarang hasil penggandaan dimaksud secara luas untuk memperoleh keuntungan ekonomi atau dapat dikatakan penggunaan secara komersil. Penggunaan Secara Komersial adalah pemanfaatan Ciptaan dan/atau produk Hak Terkait dengan tujuanuntuk memperoleh keuntungan ekonomi dari berbagai sumber atau berbayar.
Adapun jika terjadi suatu pelanggaran maka dapat ancaman pidana, yaitu dipenjara maksimum hingga 10 tahun atau denda sampai 4 miliyar rupiah atau juga dikenakan ganti rugi sesuai dengan jumlah kerugian. So kita mesti menghargai ciptaan orang lain seperti kita ingin dihargai orang tersebut. Semoga pemaparan ini dapat bermanfaat bagi saya, bagi anda selaku pembaca dan bagi semua orang. Terimakasih atas waktunya sampai jumpa kembali.


Referensi:

Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014

Minggu, 29 Maret 2015

Perpustakaan Nasional Berkisah

Foto di depan Perpustakaan Nasional RI

Hai pembaca yang baik, jangan lupa berdoa dulu sebelum melanjutkan baca yah, agar mendapatkan keberkahan setelah membaca postingan ini. Dan mantapkan diri dulu agar tidak kecewa setelah membacanya.

Dalam postingan kali ini saya akan bercerita sedikit tentang Perpustakaan Nasional Republik Indonesia yang berada di Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat 10430, Indonesia. Siapa sih yang tak kenal Perpustakaan Nasional RI ini? Hampir semua orang mengenalnya. Bagi yang belum mengenalnya mungkin bisa sedikit mengenalnya melalui postingan saya kali ini. Oh ya... dalam kisah ini adalah kami “Backpackers Librarian” dari ALUS.

Perpustakaan Nasional

Perpustakaan ini adalah gedung megah delapan lantai, yang terlihat kokoh. Kami berjalan menuju gedung megah itu. Kulihat terdapat beberapa mobil Perpustakaan Keliling berjajar rapi di depan gedung Perpustakaan Nasional, mungkin saat itu belum waktunya untuk melaksanakan tugasnya menemui sang pencari ilmu. Kulihat juga kalimat elok “Perpustakaan Sebagai Wahana Belajar Sepanjang Hayat”. Sungguh kalimat yang bermakna dalam.

Kami memasuki ‘wahana belajar sepanjang hayat’ itu, relief nan indah menyambut kami di sana. Ia adalah relief elok berbentuk buku yang berisi ukiran kebudayaan-kebudayaan dan kekayaan-kekayaan alam di Indonesia serta corak-corak lain yang menggambarkan Ilmu Pengetahuan. Menengok ke sebelah kiri terdapat kios perpustakaan yang berisi buku-buku terbaru dan yang populer serta terdapat pernak-pernik yang di jual disitu. Melihat lebih jauh terdapat antrean pendaftaran anggota perpustakaan dan juga pembuatan kartu anggota. Beberapa dari kami mendaftar anggota ditempat dengan komputer yang telah disediakan.

Setelah selesai, kami bergerak menuju sisi yang lain, tepatnya sebelah kanan setelah masuk. Disitu terdapat dua Buku Tamu (perlu diketahui, ini tidak berbentuk buku melainkan komputer), terdapat juga petugas-petugas Locker dan lemari-lemari Locker yang cukup besar. Kami menaruh barang yang tidak diperlukan diperpustakaan.

Bagian-bagian Perpustakaan Nasional

Dekat dengan Locker terdapat Ruang Serial, Lantai 1 : Layanan Majalah, Surat Kabar dan Jurnal Mutakhir. Selanjutnya Lantai 2, untuk naik menggunakan lift, terdapat dua unit lift. Latai 2 berisi Katalog baik Katalog Online dan Katalog Tercetak, terdapat banyak meja baca yang cukup nyaman, memasuki bagian yang lain dari Lantai 2  terdapat Ruang Koleksi Peta dan Lukisan, ruang ini memiliki katalog tersendiri. Kami melanjutkan ke Lantai 3, di sini kita dapat menemukan Koleksi Ilmu Sosial dan Humaniora di Ruang B dan Ilmu Terapan diruang C. Selanjutnya Lantai 4, di sini terdapat dua ruang yakni Ruang IV B adalah Layanan Koleksi Audio Visual dan Ruang IV C adalah Layanan Koleksi Referensi, Penelitian dan Tesis. Kami beranjak ke Lantai 5 didalamnya terdapat koleksi buku-buku langka dan manuskrip. Selanjutnya adalah Lantai 6 disini adalah tempatnya buku-buku tua. Untuk Lantai 7 disini terdapat Koleksi Majalah-majalah langka. Dan lantai terakhir Lantai 8 ini spesial, naiknya tidak memakai lift seperti di lantai-lantai sebelumnya, di sini koleksinya Surat Kabar-Surat Kabar Langka.

Disetiap ruangnya terdapat Pustakawan yang selalu siap sedia untuk melayani pemustaka, perlu diketahui bahwa untuk mengambil koleksi perpustakaan, pemustaka tidaklah mengambilnya secara langsung di rak, namun pustakawanlah yang mengambilkannya. Pemustaka cukup mengajukan koleksi yang diinginkan.

Karena waktu kami yang terbatas pada saat itu, maka hanya demikianlah yang dapat disajikan dalam postingan kali ini, semoga bermanfaat bagi pembaca. Jangan lupa juga mungkin suatu saat nanti dapat berkunjung ke PERPUSNAS ini, agar dapat mengenalnya lebih dalam atau bahkan mungkin akrab seperti sahabat yang tak pernah lepas. Cukup sekian dan terima kasih Pembaca yang budiman.


Berikut adalah beberapa foto yang diambil di Perpustakaan Nasional RI ini:



































0

Minggu, 15 Maret 2015

Nonton TV? Kenapa ngga?


Nonton TV, adalah suatu hal yang lumrah bagi kebanyakan orang. Dengan ‘hanya’ menonton ‘kotak ajaib’ ini kita bisa mendapat informasi dari belahan bumi manapun, informasinya pun sangat beragam, mulai dari berita, film, acara musik, infotainment dan lain-lain.

Namun disadari atau tidak disadari, sebenarnya banyak sajian dalam acara tv ini tidak mendidik, bahkan menjelek-jelekkan ras, suku dan lain-lain sebagai bahan lelucon. Oleh karena itu, kita perlu memilah-milah acara tv yang baik dan bermanfaat. 


Berikut adalah 10 acara tv yang bisa dibilang bermutu dan bermanfaat:

1.       Sinetron


Untuk kategori ini, mungkin acara Cermin Kehidupan adalah salah satu pilihan yang baik. Film yang disajikan di Trans 7 ini berisi tentang nilai-nilai yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Di dalamnya terdapat nasihat-nasihat bijak yang disajikan secara ringan, sehingga mudah untuk dipahami.


2.       Reality Show


Jejak Si Gundul Trans 7 bisa dibilang sangat bagus dan menarik. Si Gundul yang selalu ingin tahu beragam pekerjaan dan kegiatan ‘tradisional Indonesia’ dari yang ringan sampai yang berat. Dengan mengikuti Si Gundul kita bisa tahu bermacam-macam tradisi Indonesia yang jarang diketahui banyak orang.


3.       Talk Show


Kick! Andy Metro TV, adalah sebuah acara talk show yang di setiap episodenya menghadirkan ‘tokoh-tokoh’ Indonesia yang ‘mungkin’ belum diketahui oleh banyak orang. Dengan narasumber dari beragam profesi maupun prestasi membuat acara ini sangat inspiratif, dan dengan penyajian yang hangat dan santai oleh Andy F. Noya membuat acara ini menjadi sangat menarik untuk ditonton.


4.       Sport


Banyak terdapat acara sport di TV dari sepak bola, basket, volly dan lain-lain. Namun yang akan saya paparkan adalah acara Berita Sport, mungkin Kompas Sport pagi adalah salah satu pilihan terbaik, selain beritanya yang beragam dan up to date, penyajiannya juga menarik.


5.       Berita


Liputan 6 SCTV, mungkin ini adalah acara berita terbaik, selain informasinya beragam, beritanya juga berimbang.


6.       Komedi


Stand Up Comedy Kompas TV, dengan komika yang lucu dan tahu banyak hal, membuat acara ini sangat menghibur dan cukup informatif.


7.       Infotainment


News Star, adalah acara infotainment dari Kompas TV yang menyajikan berita-berita terkini selebriti lokal sampai mancanegara, serta prestasi dan gaya hidupnya.


8.       Religi



Khalifah Trans 7, adalah sebuah acara yang menyajikan sejarah- sejarah islam secara riil, dengan sumber-sumber yang dapat dipercaya dari Sejarawan.


9.       Anak-anak


Laptop Si Unyil Trans 7, adalah sebuah acara anak-anak yang didalamnya menyajikan berita-berita tentang teknologi dan mainan-mainan dari yang tradisional sampai yang modern. Dikemas secara ringan dan menarik, membuat acara ini sangat mudah untuk dipahami.


10.   Iklan 


Dji Sam Soe, adalah suatu iklan yang didalamnya mengandung nilai-nilai dan arti suatu kebersamaan, serta baiknya meningkatkan kualitas diri.

Semoga apa yang saya sajikan bisa bermanfaat bagi saya sendiri, dan juga bermanfaat bagi anda yang membacanya. Terima Kasih.

0

Minggu, 22 Februari 2015

Inspirasi

Bagi saya, inspirasi itu sesuatu yang menimbulkan motivasi, inspirasi adalah sebab untuk melakukan sesuatu.
Menurut saya, apapun bisa menjadi inspirasi. Salah satunya adalah dari pengalaman. Pengalaman sering membuat saya ingin melakukan sesuatu, pengalaman adalah palajaran yang sangat penting agar kedepannya menjadi lebih baik. Berikut ini adalah beberapa pengalaman yang menginspirasi saya:
Yang pertama. Ketika saya baru pertama di Jogja, tentunya belum banyak orang yang saya kenal, kalau pun berkenalan kalau jarang ketemu nanti cepet lupa juga. Walau demikian, saat bertemu kembali 'biasanya' salang sapa, menandakan bahwa ia dan aku masih saling mengenali. Namun di Jogja ini saya mengalami sesuatu yang berbeda, ada tetangga kos saya, ia selalu tersenyum padaku saat bertemu, walaupu dari awal saya di Jogja sampai sekarang ini belum pernah tau namany. Hal ini membuat saya terinspirasi bahwa, seharusnya saya melakukan hal serupa saat dikampung halaman.
Yang kedua. Saya mempunyai teman baik dikos. Ia sering membantu saya dalam berbagai hal, terutama saat saya baru di Jogja. Ia beragama kristen, itu tidaklah masalah bagiku, namun perlu diketahui bahwa saat kami 'nge-pes'(main game sepakbola), saat ia tidak mencetak goal dipeluang yang bagus, ia mengucap 'astaghfirullah', dan saat mencetak goal ia mengucap 'alhamdulillah'. Ia tau maksud ucapan itu. Ia membuat saya ingin merenung dan beristighfar, serta 'mengajarkan' saya betapa pentingnya bersyukur.
Yang ketiga. Banyak teman saya menganggap bahwa saya itu orangnya pendiam, itu tidaklah salah, aku mengakuinya. Mungkin semua menganggap bahwa itu memang karakter saya atau orang bijak mengatakan 'diam itu emas'. Namun tidak demikian dengan orang terdekatku, aku bukanlah orang yang pendiam. Diamku beralasan, diam itu pilihan dimana saat saya marah saya diam, untuk menghindari adanya ucapan yang nenyakitkan hati yang mendengarkannya. Saya lebih baik diam daripada berkata sesuatu yang tidak mutu. Ya diam itu pilihan.
Itu adalah beberapa pengalaman yabg menginspirasi saya untuk melakukan suatu hal dan suatu hal. Semoga sesuatu yang baik dapat menginspirasi agar menjadi kebih baik.



0